Songs of Solomon  

Posted by: miss hang in

Songs of Solomon lebih dikenal dengan Kitab Syiru’l-Asyar atau Kitab Kidung Agung dalam Alkitab Terjemahan Baru,..

Kitab ini adalah kitab nyanyian berderajat tinggi karena diperuntukkan untuk 30 tahun keatas. Mengapa? Karena hanya orang dewasa yang dapat mengerti maksud dari tiap-tiap ayat dari kitab ini.

Kitab ini terdiri atas 8 pasal , 8 adalah angka kebangkitan. Dalam artian kitab yang membangkitkan iman setiap orang yang percaya kepada Tuhan.

Saya pernah mendengar orang mengatakan kitab ini adalah kitab cabul, mungkin mereka membaca secara harafiah dan mengartikannya secara jasmaniah, padahal kitab ini punya makna yang luar biasa.

Kolose 3:1-2 berkata :

“Sebab itu jikalau kamu sudah dibangkitkan beserta dengan Kristus, carilah perkara diatas, dimana Kristus ada, duduknya disebelah kanan Allah.

Tetapkanlah pikiranmu didalam perkara yang diatas jangan didalam perkara yang dibumi“

Sangatlah jelas bahwa semuanya itu kita artikan dalam pengertian secara rohani.

Secara umum isi kitab ini berisi puji-pujian Salomo kepada Sulamit, begitu juga sebaliknya, merupakan gambaran hubungan Gereja Tuhan sebagai pengantin perempuan dan Tuhan sebagai pengantin laki-laki.

Dalam Alkitab terdapat 3 kitab yang isinya secara garis besar menggambarkan hubungan gereja Tuhan dengan Tuhan, yaitu :

Kitab Ruth ; menceritakan tentang Boaz dan Ruth

Kitab Ester ; menceritakan tentang Raja Ahasyweros dan Ester

Kitab Kidung Agung ; menceritakan tentang Salomo dan Sulamit,.

Sulamit adalah seorang pekerja di Balhamon tepatnya 50 mil dari Istana Salomo. Balhamon adalah kebun anggur Salomo. Disitulah pertama kali Salomo memperhatikan Sulamit dan mengambilnya untuk menjadi istrinya. Dari 301 istri dan 700 gundiknya hanya Sulamit yang sangat diperhatikan karena Sulamit penurut dan rajin.

Mengenai kebun Anggur, anggur adalah kesukaan

Dalam Pasal 1:2 , itu menunjuk pada anggur jasmani/duniawi

Anggur yang dalam pengertian rohani adalah kesukaan didalam Roh kepada Kristus, contoh bisa kita lihat pada bangsa Israel yaitu sifat Kedekatan dan Kerendahan yang menjadi kesukaan Bapa waktu itu,.

I Korintus 12:12 berkata :

“Karena sebagaimana tubuh itu satu dan anggotanya banyak, dan segala anggota tubuh itu, meskipun banyak menjadi satu tubuh, demikian juga Kristus”

Sangat jelas dikatakan bahwa kita telah menjadi satu tubuh di dalam Kristus

Bangsa Israel pada waktu itu punya dua sifat itu dan sangat diperkenankan Allah, kedekatan satu dengan yang lainnya dan kerendahan hati yang akhirnya membuat Allah mengasihi bangsa ini, walaupun akhirnya mereka menjadi bangsa yang bebal karena tegar tengkuk sehingga membuat mereka tertawan di Babel.

Untuk memperbaiki kembali hubungan yang baik kepada Allah, maka dibuatlah sabat-sabat penebusan (Daniel 9:23-27).

Tujuannya adalah : memetraikan segala dosa dan menghapus kesalahan

Sabat-sabat penebusan itu, dimulai dengan :

  1. Pembangunan kembali Kaabah Yerusalem, berlangsung selama 7 Sabat
  2. Pembangunan kembali pagar tembok Yerusalem, berlangsung selama 62 Sabat
  3. Pembangunan kembali Negeri Yerusalem, berlangsung selama 1 Sabat terakhir

Begitu juga dengan kita, Galatia 1:11-12 berkata bahwa pemberitaan firman ini adalah sungguh Wahyu dari Tuhan Yesus Kristus dan bukanlah dari manusia, karena pengajaran yang salah membawa kita untuk tidak menjadi Pengantin Tuhan

Amsal 9:1 berkata :

“Bahwa Hikmat itu telah membangunkan rumahnya, dan dihiasinya dengan tujuh batang tiang yang terpahat”

Hikmat berbicara Tuhan yang merupakan firman (Yohanis 1:1)

Rumahnya berbicara tentang Gereja Tuhan

7 Tiang, 7 adalah angka sempurna

Jadi secara keseluruhan mempunyai makna Tuhan yang adalah firman membangun GerejaNya menjadi sempurna Tubuh, Jiwa dan Roh lewat 7 tingkat iman.

Selama 62 Sabat pembangunan pagar tembok Yerusalem, bangsa Israel kembali jatuh ke dalam dosa secara turun temurun kepada tiap-tiap keturunan, sebagai akibat dari tidak ada pengetahuan lagi tentang firman.

Kitab Yoel 1:3 berkata :

“Ceritakanlah hal itu kepada anak-anakmu dan hendaklah anak-anakmu pun menceritakan dia kepada anak-anaknya dan anak-anak mereka itu pula kepada gilir orang yang lain”

Apa yang kita ceritakan? Yaitu kebenaran firman Allah, kita ceritakan agar anak-anak kita dapat mengerti setiap kebenaran dan janji kebenaran keselamatan dari Allah.

Bagaimana caranya? Kita buat doa-doa/ibadah-ibadah sederhana dari rumah sendiri, mulai dengan berdoa pagi bersama, kita belajar membiasakan memulai segala hari dengan doa, dan cara-cara lain untuk dapat menceritakan firman kepada anak-anak kita agar dapat bertumbuh menjadi gereja yang sempurna (Wahyu 12:1)

Wahyu 12:1 “Maka kelihatanlah dilangit suatu alamat yang besar, yaitu seorang perempuan yang bersalut dengan matahari, dan bulan ada dibawah kakinya, dan dikepalanya bermahkotakan 12 bintang.”

Matahari berbicara tentang Allah Bapa,

Bulan berbicara tentang Allah Anak

Bintang berbicara tentang Roh Kudus

Inilah gambaran gereja yang sempurna. Dengan apa kita menjadi sempurna? Dengan memegang teguh pengajaran yang benar.

Amsal 4:13 berkata :

“Peganglah teguh-teguh akan pengajaran itu, janganlah lepaskan dia, melainkan taruhlah akan dia, karena ialah selamatmu adanya”

Jadi kita pegang teguh setiap pengajaran kebenaran firman yang kita peroleh dengan teguh. Dimana kita taruh akan pengajaran yang benar itu? Tentu saja di dalam hati agar terus terpelihara dan jangan kita biarkan begitu saja.

Sebagai contoh : saat Yesus meredakan angin di Tasik (Markus 4:35-41)

Murid-murid menaruh Yesus di Buritan bukan di haluan, jangan kita menaruh perkara-perkara/pengajaran yang benar bukan di dalam hati, akibatnya adalah seperti ini, nanti pada saat kita kena pencobaan baru mencari Tuhan, bahkan kadang kita menyalahkan Tuhan atas setiap hal yang terjadi dalam hidup kita.

Karena itu, tetaplah terjaga di dalam iman dan pengharapan di dalam Kristus, jangan sampai kita masuk pada 62 sabat, karena sabat itu adalah masa-masa di mana Tuhan berdiam diri. Jangan samapi kita masuk dalam 1 sabat yang terakhir dengan tiada bersedia karena tiada memelihara setiap pengajaran di dalam iman.

1 sabat terakhir = 7 tahun

Setengah sabat yang pertama diberikan/diperuntukkan untuk orang benar di dalam kegerakan besar selama 1260 hari (sebagian meterai 4 selam 980 hari, dan 280 dalam meterai 5)

280 hari = 9 bulan, 10 hari (adalah masa-masa mengandung Gereja Tuhan yang Mulia)

Sedangkan kita gereja yang kurang mulia mengandung anugrah-anugrah Roh sehingga melahirkan buah-buah Roh untuk turut masuk dalam masa penuaian yang besar.

Sebab itu, biarlah kita menjadi Sulamit rohani, karena kita adalah gambaran gereja Tuhan, yang akan nantinya menjadi pengantin Tuhan, untuk dapat hidup bersama-sama dengan Tuhan.


Semoga Menjadi Berkat
Salam Kasih,
Imelda M.




This entry was posted on 10:38:00 PM and is filed under . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Langganan: Posting Komentar (Atom) .

0 soul

Posting Komentar