Melihat maya pertama kali membuatku teringat dengan anjing piaraan kami yang dulu, tapi sekarang sudah tak ada lagi karena dimakan usia. Aku tak tahu jenis-jenis anjing, yang ku tahu anjing jenis ini tergolong liar tapi paling penurut, tipe anjing yang tidak suka kotor dan ramah terhadap lingkungannya.
Bercerita tentang persahabatan antara manusia dan binatang.
Bercerita tentang persahabatan antara manusia dan binatang.
Maya, adalah salah satu dari delapan ekor anjing piaraan yang hidup dikutub untuk membantu para petugas dari salah satu badan pemerhati lingkungan yang bekerja untuk meneliti lingkungan/kehidupan dikutub semacam kelompok geologist atau apalah sejenis itu.
Maya sosok anjing yang indah dilihat, pintar karena mengerti keinginan tuannya dan bersahabat dengan manusia.
Aku sangat terpesona dengan sosok maya yang bisa memimpin dan bekerjasama dengan teman-temannya. Karena anjing-anjing ini pun tahu sekali saja salah satu dari mereka bertindak ceroboh, pasti akan mendatangkan musibah.
Bagaimana mengasihi saat bersama-sama mengalami kesusahan. Maya walaupun sama-sama merasakan kesusahan, tetap saja memperhatikan kesusahan orang lain dan melakukan apa saja agar yang lainnya bisa memperoleh makanan.
Bagaimana bertahan hidup di alam liar mereka. Maya sungguh luar biasa. Kepribadian maya dapat anda lihat dalam film “Eight Below”
Filmnya terkesan seperti biasa-biasa saja, tapi punya makna yang luar biasa.
Bagaimana kita dapat hidup seperti itu dalam kehidupan kita bersosial.
Dari film ini ada beberapa hal yang menonjol yang menarik perhatianku, yaitu :
Kerjasama.
Dalam mengerjakan sesuatu apabila dilakukan sendiri pasti akan lama. Bila kita melakukannya secara bersama-sama pasti akan lebih cepat selesai.
Dalam sebuah team kerja, kerjasama itu adalah hal yang paling utama dari segala-galanya. Selain profesionalisme, hal yang satu ini dituntut untuk bisa diterapkan. Apalah gunanya sebuah pemikiran yang luar biasa tanpa ada kerjasama team untuk melaksanakannya.
Seorang pemimpin misalnya, tidak dapat menjalankan sebuah perusahaan bila tak bisa mengkoordinir bawahan untuk bisa bekerja sama menjalankan tujuan perusahaan.
Dalam hal ini kerjasama menjadi tolok ukur suatu komunitas yang berorientasi pada satu tujuan yang sama.
Ingat, kita semua jatuh terantuk, kita masing-masing. Itulah sebabnya akan terasa nyaman bila saling bergandengan tangan.
Belas Kasih
Tiap orang pasti pernah berbuat baik, tapi tidak semua orang pernah berbelas kasih terhadap sesama. Belas kasih, kelihatannya kata yang sederhan tapi punya makna yang besar. Bagaimana sikap yang kita tunjukan bukan dari fisik, sejauh mata memandang, tapi sampai kedalaman hati. Mulut boleh berkata lain, tapi hati tak pernah bisa berdusta.
Berbuat sesuatu yang lahir dari hati untuk orang lain tanpa pamrih atau tanpa maksud-maksud tertentu, susah sekali untuk melakukannya.
Pernahkah kita membantu orang disaat kita sendiripun dilanda kesusahan?
Kehidupan kita diuji, seberapa besar rasa simpati terhadap orang lain diukur, apakah tulus atau mengharapkan pamrih atau balasan yang setimpal?
Hanya diri kita sendiri yang tahu jawabannya.
Tahukan anda, hati yang penuh kasih itu senantiasa muda.
Bertahan Hidup.
Tiap orang punya cara sendiri untuk bertahan hidup. Apapun itu, kadang lewat jalan yang lurus kadang lewat jalan yang tidak lurus (menghalalkan segala cara, termasuk melakukan kejahatan). Padahal sebenarnya yang terutama adalah berusaha. Dengan berusaha, kita dapat bertahan hidup, tanpa bergantung pada nasib.
Bagaimana seorang menguasai nasibnya adalah lebih penting daripada apa nasibnya itu.
Sebuah perusahaan bisa bertahan hidup bila punya pondasi yang kokoh. Pondasi yang dimaksud adalah modal, manajemen yang handal, pekerja yang punya jiwa cooperative, bertanggung jawab dan berinisiatif., punya tujuan yang jelas, dan mampu bertahan dalam kondisi apapun.
Kepemimpinan, belas kasih dan bertahan hidup, adalah tujuan utama yang ditunjukan dalam film ini. Akan lebih baik kalau ketiga-tiganya ada dalam diri kita, sehingga kita mampu memanage diri kita untuk membentuk diri kita menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain.
Coba membuat keputusan-keputusan yang berarti, misalnya :
Melakukan sesuatu bagi orang lain
Melakukan sesuatu bagi diri sendiri
Melakukan sesuatu yang tidak diinginkan tetapi perlu untuk melakukannya
Try to watch this.. “EIGHT BELOW”
Maya sosok anjing yang indah dilihat, pintar karena mengerti keinginan tuannya dan bersahabat dengan manusia.
Aku sangat terpesona dengan sosok maya yang bisa memimpin dan bekerjasama dengan teman-temannya. Karena anjing-anjing ini pun tahu sekali saja salah satu dari mereka bertindak ceroboh, pasti akan mendatangkan musibah.
Bagaimana mengasihi saat bersama-sama mengalami kesusahan. Maya walaupun sama-sama merasakan kesusahan, tetap saja memperhatikan kesusahan orang lain dan melakukan apa saja agar yang lainnya bisa memperoleh makanan.
Bagaimana bertahan hidup di alam liar mereka. Maya sungguh luar biasa. Kepribadian maya dapat anda lihat dalam film “Eight Below”
Filmnya terkesan seperti biasa-biasa saja, tapi punya makna yang luar biasa.
Bagaimana kita dapat hidup seperti itu dalam kehidupan kita bersosial.
Dari film ini ada beberapa hal yang menonjol yang menarik perhatianku, yaitu :
Kerjasama.
Dalam mengerjakan sesuatu apabila dilakukan sendiri pasti akan lama. Bila kita melakukannya secara bersama-sama pasti akan lebih cepat selesai.
Dalam sebuah team kerja, kerjasama itu adalah hal yang paling utama dari segala-galanya. Selain profesionalisme, hal yang satu ini dituntut untuk bisa diterapkan. Apalah gunanya sebuah pemikiran yang luar biasa tanpa ada kerjasama team untuk melaksanakannya.
Seorang pemimpin misalnya, tidak dapat menjalankan sebuah perusahaan bila tak bisa mengkoordinir bawahan untuk bisa bekerja sama menjalankan tujuan perusahaan.
Dalam hal ini kerjasama menjadi tolok ukur suatu komunitas yang berorientasi pada satu tujuan yang sama.
Ingat, kita semua jatuh terantuk, kita masing-masing. Itulah sebabnya akan terasa nyaman bila saling bergandengan tangan.
Belas Kasih
Tiap orang pasti pernah berbuat baik, tapi tidak semua orang pernah berbelas kasih terhadap sesama. Belas kasih, kelihatannya kata yang sederhan tapi punya makna yang besar. Bagaimana sikap yang kita tunjukan bukan dari fisik, sejauh mata memandang, tapi sampai kedalaman hati. Mulut boleh berkata lain, tapi hati tak pernah bisa berdusta.
Berbuat sesuatu yang lahir dari hati untuk orang lain tanpa pamrih atau tanpa maksud-maksud tertentu, susah sekali untuk melakukannya.
Pernahkah kita membantu orang disaat kita sendiripun dilanda kesusahan?
Kehidupan kita diuji, seberapa besar rasa simpati terhadap orang lain diukur, apakah tulus atau mengharapkan pamrih atau balasan yang setimpal?
Hanya diri kita sendiri yang tahu jawabannya.
Tahukan anda, hati yang penuh kasih itu senantiasa muda.
Bertahan Hidup.
Tiap orang punya cara sendiri untuk bertahan hidup. Apapun itu, kadang lewat jalan yang lurus kadang lewat jalan yang tidak lurus (menghalalkan segala cara, termasuk melakukan kejahatan). Padahal sebenarnya yang terutama adalah berusaha. Dengan berusaha, kita dapat bertahan hidup, tanpa bergantung pada nasib.
Bagaimana seorang menguasai nasibnya adalah lebih penting daripada apa nasibnya itu.
Sebuah perusahaan bisa bertahan hidup bila punya pondasi yang kokoh. Pondasi yang dimaksud adalah modal, manajemen yang handal, pekerja yang punya jiwa cooperative, bertanggung jawab dan berinisiatif., punya tujuan yang jelas, dan mampu bertahan dalam kondisi apapun.
Kepemimpinan, belas kasih dan bertahan hidup, adalah tujuan utama yang ditunjukan dalam film ini. Akan lebih baik kalau ketiga-tiganya ada dalam diri kita, sehingga kita mampu memanage diri kita untuk membentuk diri kita menjadi lebih baik dan berguna bagi orang lain.
Coba membuat keputusan-keputusan yang berarti, misalnya :
Melakukan sesuatu bagi orang lain
Melakukan sesuatu bagi diri sendiri
Melakukan sesuatu yang tidak diinginkan tetapi perlu untuk melakukannya
Try to watch this.. “EIGHT BELOW”
This entry was posted
on 7:41:00 AM
and is filed under
Inspirational
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
