
Aku baru saja pulang dari berlibur, dan saat pulang dari berliburku kali ini, aku teringat dengan kejadianku yang terakhir, kira-kira bulan September tahun yang lalu, saat terakhir kali aku merasa tersiksa ditinggal sendirian lagi, berusaha bangkit dengan sisa-sisa tenaga yang nyaris habis. Padahal aku biasa bepergian sendiri, tapi karena satu hal ini yang membuatku merasa perjalanan ku kali ini lain dari yang biasanya. Kata temanku hidup adalah pilihan, emank bener sih, tapi mungkin lebih tepat kesempatan.
Hidup adalah Kesempatan, aku harus memanfaatkan kesempatan itu. Kesempatan untuk membuktikan bahwa aku sekokoh tembok dan sangat kuat dalam menghadapi masalahku sendiri, kesempatan untuk meraih kebebasanku sendiri, memenuhi mimpi-mimpi dan sebuah kesempatan baru lagi untuk memulai segala sesuatunya dari awal.
Saat itu, aku punya kesiapan yang cukup, tetapi dia tidak akan pernah bersamaku lagi.
Setelah beberapa tahun hubunganku dengan seseorang berakhir, aku bertemu dengan seorang yang punya tipe "kekasih idamanku".
Kami banyak menghabiskan waktu bersama selama hampir setahun. Dia banyak membantu pekerjaanku, dia sering memintaku menemaninya dikantor, dia sering menjemputku sepulang kantor, ketika dia sakit dia datang menghabiskan harinya dirumahku, ngobrol dengan orang tuaku, setiap akhir pekan aku sering diajak berkunjung kerumah orang tuanya atau memasak dirumahnya.
Kami berencana berlibur bersama, meninggalkan semua kesibukan kami masing-masing.
Waktu itu kami berencana berlibur ke ibukota untuk mengisi cuti kami masing-masing. Dan kemudian, sebulan sebelum berangkat, dia pergi dan meninggalkan aku sendiri dengan tiket dan rencana perjalanan liburan kami. Setelah mengalami beberapa kali putus cinta, seolah-olah aku telah mengalami pengikisan hati sehingga nyaris tak tersisa lagi perasaan itu.
Inilah aku, seorang wanita berumur dua puluh enam tahun, dengan kesendirianku menghadapi kenyataan hidup dengan berusaha berbesar hati.
Pertanyaannya sekarang, apakah aku siap memenuhi mimpi-mimpiku sebelumnya untuk berlibur sendirian? Pilihannya sekarang : pergi atau tidak.
Andaikan aku harus sendirian selama beberapa waktu kedepan, aku akan memulainya dengan sendirian berlibur ke ibukota.
Jakarta, adalah tujuan perjalananku kali ini. Sekarang aku dihantui rasa takut bepergian tanpa seorang teman. Aku menguatkan hatiku sendiri dan akhirnya berangkat juga.
Aku tiba dibandara dengan perasaan panik dan bingung. Sambil menarik koperku pikiranku berjalan kemana-mana. Aku menyetop bus dan berusaha tenang, sampai akhirnya aku duduk didalam bus. Mobil-mobil yang lewat dengan hirup pikuk, catatan liburanku menjadi tak jelas kemana aku harus pergi dan melangkah. Turun disebuah pemberhentian bus dan berusaha mengingat lagi rute liburanku selanjutnya.
Aku berjalan perlahan, menyebrang ke jalan yang lain, memandang sekeliling, kelelahan karena kepanasan, menyetop taxi sampai akhirnya aku menemukan sebuah hotel kecil di kota ini. Aku berkeringat dingin dan terkulai, kehabisan semangat ketika melihat tempatku berisitrahat.
Aku tak bisa tinggal disini, tak bisa sama sekali. Aku benar-benar ingin mati. Aku merindukan sahabatku, pekerjaanku dan aku telah tiba dikota yang kata orang impian semua orang. Sendirian dan kesepian.
Sendirian, kesepian dan teramat ketakutan.
Tadinya aku ingin menemui orang-orang yang aku kenal di kota ini tapi akhirnya aku melakukan hal yang paling penting saat itu, pergi keluar, sekarang juga dan mencari tempat untuk bersantai, makan malam dan berjalan-jalan. Atau aku hanya akan bersembunyi di kamar yang kecil ini, menghabiskan impianku dan aku tak kan pernah bisa belajar menikmati dunia sebagai wanita lajang. Jadi, dengan sisa-sisa keberanian aku pergi keluar.
Hampir petang, suasana santai aku berjalan-jalan disekitar monas, menyusuri jalan-jalan dengan pohon yang rindang sambil sesekali berhenti mengambil gambar dan memperhatikan sekitar, mengamati anak-anak yang bermain. Tak ada seorangpun yang kulihat kelihatan gelisah dan terburu-buru. Kota ini indah, dan sekarang aku disini sendirian tetapi tidak kesepian. Keberhasilanku karena mengalahkan rasa takut telah membuatku merasa bebas dan tidak terikat dalam keterpurukan hidup.
Aku memilih-milih sepatu dan tas dan beberapa potong pakaian selama dua hari terakhir. Aku melakukan segala sesuatu yang dapat dikerjakan, dan liburan kali ini adalah liburan terhebat sepanjang masa. Aku kembali pulang sebagai seorang wanita yang percaya dengan kekuatan pemulihan bepergian sendiri.
Bepergian sendiri itu membuat aku dapat mengandalkan diri sendiri dan menghasilkan suatu keyakinan baru yang sangat berguna bagi kehidupan orang yang sendiri seperti aku.
Jakarta, menjadi tujuanku mengatasi tantangan-tantangan hidupku sendiri. Sekarang apabila aku menghadapi sebuah rintangan ataupun masalah lain, aku dapat mengatakan pada diri aku sendiri :
Kalau aku mampu ke Jakarta sendiri, aku juga mampu untuk dapat pergi ke manapun aku mau, dan aku mampu mengatasi segala tantangan hidupku sendiri, karena aku menikmati sendiriku, dan karenanya aku tak akan mungkin merasa kesepian.
Uang dapat dicari, tapi kebebasan untuk bertindak dan menikmati kesendirian itu susah ditemui.
This entry was posted
on 8:52:00 PM
and is filed under
catatanku
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
Hebat.. Benar-benar wanita yang hebat.. Two thumbs up for you sis..
Brarti lain kali kalo lagi galau hati, uda tau dong musti kemana ( selain daripada Tuhan Yesus:) ).
Mungkin km bisa ketemu dgn org2 yg tadinya mau km kunjungi ato mgk juga dgn org2 yg tadinya hanya km kenal di dunia maya. Yah, temen2mu di AP tercinta.
Btw aku ikut senang km bisa mengatasi permasalahan yg ada. Salute!!
Wow... (Dari tadi udah bolak-balik bacanya en mau ngasih komentar tapi baru sekarang bisa...) Pengalaman yg bener2 luarbiasa ya Mey...dan dijalanin dengan luarbiasa juga, dan mmg benar ternyata bahwa kebahagiaan itu bukan tergantung pada orglain, melainkan berdasarkan sikap hati, sebuah keputusan no matter what I choose to have my joy :)
GREAT ENTRY sis, dan hanging there, God loves us, and there's a time for everything.. dan segala sesuatu akan menjadi indah pada waktu-Nya.
(((((((hugsssss))))))
selamat datang di lautan kehidupan
nikmatilah hembusan angin
nikmatilah deburan ombak
nikmatilah langit biru yang luas terbentang
berpeganganlah erat disisi perahu agar tidak jatuh
teriakkahlah "yahuuuuu" saat ombak besar menghantam perahumu
rasakan air laut asin mengguyur seluruh tubuhmu
tertawalah lepas, tanpa beban
rasakan andrenalin semangat naik ke dalam fikiranmu
sebentar lagi perahumu sampai keseberang
nikmatilah....nikmatilah...
satu perjalanan akan selesai
perjalanan berikutnya menantimu disebrang sana.
Proficiat!
But u have to remember, God will always be with you wheresoever.
Semangat yah! Hidup ini indah kok.
aminn... thanks comment2nya yah?
God Loves Me and You
:)