
Seorang dosenku pernah memberitahukan kisah berikut :"
Aku adalah salah satu dari tiga belas anak." Suatu hari saat aku bermain di jalan dikampung halamanku, aku merasa sangat haus dan berlari pulang ke rumah untuk mendapatkan segelas air.
Ayahku baru saja sampai dirumah dari tempat kerjanya untuk makan siang. Ia duduk di meja dapur dengan seorang tetangga. Sebuah pintu memisahkan dapur dari lemari makan dan ayahku tidak tahu aku ada disana.
Tetanggaku itu berkata kepada ayahku, 'Joe, ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu sedemikian lama. Kau memiliki tuga belas anak. Siapakah anak yang paling kau kasihi dan menjadi favoritmu di antara ketiga belas anakmu itu?'.
Aku menempelkan kupingku lekat-lekat didinding berharap kalau nama yang terucap adalah aku. 'Mudah saja,' kata ayahku. 'Mary anakku yang berusia duabelas tahun. Ia baru saja memakai kawat gigi dan merasa minder dan malu sehingga ia tidak mau keluar rumah lagi. Oh, tapi kau menanyakan tentang anak yang paling menjadi favoritku. Itu adalah Peter anakku yang berusia dua puluh tiga tahun. Tunangannya baru saja memutuskan pertunangan mereka, dan ia kesepian. Tetapi anak yang paling sungguh-sungguh kukasihi adalah si kecil Michael. Ia benar-benar tidak dapat bekerjasama dan buruk dalam olahraga manapun yang coba ia mainkan. Tetapi tentu permata hatiku adalah Susan. Baru berusia dua puluh empat tahun, tinggal di apartemen sendiri dan memiliki masalah dengan minum-minuman. Aku bersedih dan menangis untuk Susan. Tapi kurasa semua anak...' dan ayahku melanjutkan, menyebutkan setiap nama ketiga belas anaknya."
Sumber : Lion and Lamb, Brennan Manning.
Nice post.....
I'm blessed to read it...